Hubungan antara konsumsi, tabungan, dan pendapatan.

    Frekuensi kebutuhan konsumsi setiap orang berbeda-beda, dipengruhi oleh jumlah pendapatan, selera, harga barang, ketersediaan, dan target tabungan orang itu sendiri. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kebutuhan konsumsi seseorang adalah tingkat pendapatan. Semakin tinggi pendapatan seseorang makan semakin besar pengorbanan yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut, sebaliknya jika seseorang memiliki tingkat pendapatan yang rendah maka pengorbanan yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi juga kecil karena harus memenuhi kebutuhan yang lain. Misalnya, siswa A yang memiliki orang tua kaya, menggunakan tas dan sepatu mahal untuk sekolah. Berbeda dengan si B yang berasal dari keluarga kurang  mampu dimana ia menggunakan tas dan sepatu yang tidak bermerek dan murah karena orangtuanya harus memenuhi kebutuhan lain seperti makan sehari-hari.

Biasanya, pendapatan orang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, lalu apabila ada sisa baru pendapatan tersebut akan ditabung. Hal tersebut apabila dituliskan dalam rumus maka:

Y = C + S

Y = Pendapatan

C = Konsumsi

S = Tabungan

Menurut Engel, semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin kecil bagian pendapatan itu yang digunakan untuk konsumsi dan semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar bagian untuk tabungannya.

 Di ilmu ekonomi, keinginan seseorang untuk menambah jumlah konsumsi dikarenakan adanya tambahan pendapatan disebut MPC (Marginal Prospensity to Consume), sedangkan keinginan untuk menambah tabungan dikarenakan adanya pertambahan pendapatan disebut MPS (Marginal Prospensity to Save).

 

Jika semua pendapatan digunakan untuk konsumsi dan tabungan, maka jika seseorang punya tambahan pendapatan ΔY akan digunakan juga untuk menambah konsumsi ΔC dan menambah tabungan ΔS. Dengan begitu maka MPC + MPS = 1. Jika perilaku konsumsi dan tabungan nasional digambarkan menjadi:



Keterangan :

a          = jumlah konsumsi saat pendapatan (Y) = 0

b          = MPC dan juga merupakan koefisien arah kurva C

1-b       = MPS dan juga merupakan koefisien arah kurva S

Comments